Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Siswa yang dilibatkan diberi tugas masing-masing, mulai tahap awal memotong lauk, memilah sayur, hingga proses memasak yang melibatkan siswa. Guru tata boga juga mendampingi mereka untuk kegiatan kemanusiaan ini.

Guru Tata Boga SMK 2 Assa'idiyah Kudus Dewi Masitoh mengatakan, seluruh siswa tata boga mulai kelas X hingga XII dilibatkan dalam pembuatan makanan para pengungsi ini.

Setiap harinya siswa memasang dan melakukan pakcking hingga tiga kali, untuk sarapan, makan siang, dan makan malam.

”Setiap kali makan kami sediakan 170 boks untuk para pengungsi, yang berisi menu lengkap mulai nasi, lauk nabati, lauk hewani, sayur, buah, hingga susu," katanya, Jumat (6/1/2023).

Baca: Terseret Arus Banjir Bandang, Warga Grobogan Ditemukan Meninggal di Sungai

Proses memasak semuanya dilakukan di sekolah. Setelah jadi, baru nanti dikirim ke pengungsian GKMI Kudus untuk dikemas oleh siswa yang sudah ditugaskan dipengungsian. Menu makan yang disediakan juga selalu berganti.

”Sampai di pengungsian jadi langsung penataan di dalam boks oleh beberapa siswa. Baru nanti dibagikan ke pengungsi," ucapnya.
”Sampai di pengungsian jadi langsung penataan di dalam boks oleh beberapa siswa. Baru nanti dibagikan ke pengungsi," ucapnya.Program ini sudah mulai dilakukan sejak Kamis (5/1/2023) kemarin, dan rencananya akan terus digalakkan hingga Minggu (8/1/2023).”Kami mendapatkan suport oleh Djarum Foundation dalam membantu pengungsi yang terdampak banjir ini," ujarnya.Baca: Waspada! Pintu Bendung Wilalung Arah Sungai Juwana DibukaSementara salah seorang siswa Azzuhra Secha Amri menyebut sangat senang bisa membantu menyediakan makanan bagi para pengungsi. Ia sendiri sempat terlibat langsung memasak untuk para pengungsi, seperti ayam bakar, ayam goreng, sayur sop, hingga sayur cha buncis. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler