Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Yakni band bernama ArrA yang berdiri di tahun 2022 lalu. Band yang dipunggawai oleh para pemuda kreatif ini, terbentuk dari sebuah tongkrongan di Skena Kudus Hardcore. Awalnya band tersebut dibentuk oleh empat sekawan, yakni Abid, Ara, Ardian, dan Fawzi.

Namun seiring berjalannya waktu di akhir tahun 2022, perbedaan visi kreatif yang terjadi antarpersonel membuat sang gitaris Fawzi memutuskan untuk mengundurkan diri. Kini, band ArrA terus berkreasi dengan tiga personel.

Ardian, Abid, dan Ara yang tetap memilih untuk mengayuh eksistensi Band ArrA, kini semakin menunjukkan keseriusanya dalam bermusik. Terbukti, di awal tahun 2023 ini mini album mulai mereka rilis.

Baca: Perencanaan Mulai Disusun, Dandangan Kudus Bakal Digelar Lagi?

Proses perekaman mini album yang mereka buat ini dilakukan di Smokersaid Record yang merupakan salah satu home recording di Kota Kretek. Musik editornya juga melibatkan Iid Harniyanto atau yang kerap disapa Berux.

”Mini album yang ArrA rilis berisi lagu original mereka, yang mana albumnya diberi nama 'Dasamuka'," kata Berux, Kamis (19/1/2023).

Mini album yang dibuat Band ArrA ini, sambung dia, berisi lima judul lagu original yang mereka buat. Yakni lagu berjudul 'Pulang Kembali', 'Ini Aku', 'Dasamuka', 'Berangkat Petang Pulang Terang', dan lagu berjudul 'sampai Jumpa'.

”Pada mini album pertama ini, ArrA mencoba menangkap kegelisahan, keresahan dan kemarahan seputar masalah sosial, pertemanan, cinta serta isu bertema perempuan pada lagu-lagu mereka," ujarnya.Baca: Duh! Bahan Pangan Berformalin dan Boraks Masih Dijual di Pasar Bitingan KudusLagu dan aransemen terinspirasi oleh band bergenre punk rock dari luar negeri. Seperti, Bikini Kill, Nirvana, dan The Linda Lindas.”ArrA ingin mencoba memperkenalkan perpaduan konsep musik yang walaupun tidak bisa dibilang baru, tapi sedikit berbeda dengan band-band sekarang," ungkapnya.Mini album yang artwork-nya dikerjakan oleh Aretha Aulia ini, akan bisa dinikmati secera serentak di berbagai platform digital mulai 28 Januari 2023, berbarengan dengan peluncuran album dalam dalam bentuk CD dan merchandise resmi berupa T-shirt. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler