Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rokok hebal yang bernama Rokok Gupolo itu juga dikemas layaknya rokok-rokok tembakau pada umumnya. Di kemasannya, juga terdapat banderol bertuliskan ”bukan barang kena cukai”.

Menanggapi hal itu, Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, M Arif Setijo Nugroho mengatakan, pihaknya sudah mendengar adanya rokok yang berbahan daun talas tersebut. Saat ini, rokok berbahan daun talas itu tengah tengah menjadi konsen diskusi Bea Cukai.

Baca: Keren! Warga Padurenan Kudus Produksi Rokok Herbal Berbahan Dasar Daun Talas

Secara aturan sambung dia, barang atau rokok yang kena cukai yakni hasil tembakau. Jika tidak menggunakan bahan tembakau, dalam modul memang rokok tersebut tidak merupakan barang kena cukai.

”Kalau rokok tidak pakai tembakau memang tidak kena cukai. Dan sampai saat ini pun memang belum masuk barang yang kena cukai (rokok talas, red)," katanya, Rabu (1/2/2023).

Baca: Riset Hampir Setahun, Rokok Herbal Daun Talas Asal Kudus Baru Bisa DiproduksiMeski demikian, menurutnya, aturan yang ada itu tidak bersifat statis dan masih bisa berubah. Sehingga, bisa dimungkinkan rokok herbal dengan daun talas yang ada nantinya bisa jadi barang kena cukai.”Contoh saja vape (liquidnya, red) itu dulu bukan barang kena cukai. Tapi seiring berjalannya waktu dan kajian itu menjadi barang kena cukai baik yang mengandung tembakau ataupun tidak. Begitu juga rokok daun talas ini, masih dalam bahasan," ungkapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler