Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Danang Sri Wiratno mengatakan, polisi sudah mendatangi sekolah memintai keterangan pihak sekolah dan siswa. Hasilnya, kejadian tersebut teriindikasi bukan percobaan penculikan anak, melainkan jambret.

”Kami kira untuk penculikan itu tidak, karena lokasinya situ ramai, dan di jam yang ramai juga. Kami malah indikasinya itu jambret, karena menarik tas (tas siswa,red)," katanya, Rabu (8/2/2023).

Dari hasil keterangan yang didapatkan, sambung dia, saat itu siswa yang dalam perjalanan ke sekolah ditarik tasnya oleh seseorang. Setelah ditarik, kemudian berteriak dan dibekap.

Baca: Dua Siswa SMP di Kudus Diduga Nyaris Diculik, Lolos karena Melawan

Setelah itu, baru ada mobil yang berada di depannya ditengarai berniat membantu siswa tersebut setelah berteriak.

”Karena teriak akhirnya dibekap terus ada mobil yang berhenti dimungkinkan ingin membantu. Karena sudah dilepas akhirnya dibiarkan. Jadi tidak ada yang namanya percobaan penculikan," ujarnya.

Meski demikian, pihaknya  mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan mengawasi anak-anaknya.Baca: Siswanya Diduga Nyaris Diculik, SMPN 4 Kudus Perketat KeamananJika memang ditemukan kejadian yang tidak diinginkan, pihaknya minta segera melaporkan ke kepolisian agar bisa langsung tertangani.”Jika memang ada lapor kami, akan langsung kami tindaklanjuti. Kami juga gencarkan patroli-patroli," pungkasnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler