Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sejumlah siswa langsung muntah-muntah dan ada yang pingsan. Sepuluh siswa di antaranya harus dilarikan ke puskesmas terdekat.

Polisi langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan. Pedagang maklor dan jasuke berinisial WN (34) langsung diperiksa polisi.

Kapolsek Mejobo AKP Cipto mengatakan, dari keterangan yang didapatkan, pedagang itu baru sekali berjualan di SDN 2 Mejobo.

Pedagang tersebut juga diketahui mulai berjualan maklor-jasuke sejak enam bulan terakhir.

”Jadi memang baru sekali itu, dan siswa belum kenal, baru sekali ini jajan itu. Dia (pedagagang) sudah enam bulan berjualan, tapi seringnya keliling," katanya, Senin (13/2/2023).

Baca: 26 Siswa SD di Kudus Diduga Keracunan Jajan, Ada yang Muntah dan Pingsan

Lebih lanjut, menurutnya, selama enam bulan berjualan tidak pernah ada pembeli yang keracunan setelah memakan jajanan yang dijualnya. Kejadian keracunan ini, baru pertama kali terjadi.

”Dari pengakuan penjual juga bahannya baru semua," ucapnya.
”Dari pengakuan penjual juga bahannya baru semua," ucapnya.Meski demikian, saat ini pihaknya akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pedagang tersebut. Saat ini status pedagang tersebut masih sebatas saksi.Sejumlah barang milik pedagang itu juga diamankan polisi. Di antaranya, gerobak, jagung, makaroni, telur, susu, dan bumbu-bumbu pelengkap jajanan yang dijualnya.Baca: Polda Metro: Sekeluarga Meninggal Keracunan di Bekasi Pembunuhan BerencanaSelain itu, sisa jajanan yang dikonsumsi para siswa tersebut juga dibawa untuk dilakukan diperiksa di laboratorium.”Kami juga koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan tim Inafis yang sudah membawa sampel makanan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ungkapnya.https://youtu.be/k4YFG5-tJbAReporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler