Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Program ini bertujuan untuk menekan angka cerai yang bisa terjadi dalam berumah tangga.

Kepala Kemenag Kudus mengatakan, program bimbingan perkawinan ini bertujuan baik untuk calon pengantin yang akan menikah. Di mana bimbingan tersebut juga menjadi salah satu upaya dalam menekan angka perceraian dan stunting.

”Tujuannya ini juga untuk upaya pencegahan stunting dan menekan angka perceraian dari hulu kepada calon pengantin," katanya, Selasa (28/2/2023).

Baca: Mengapa Calon Pengantin Harus Ikuti Bimbingan di KUA? Ini Jawabannya

Kemudian, calon pengantin juga diharapkan bisa membangun keluarga yang mempunyai pondasi yang kokoh dari segi agama, ataupun ekonominya.

”Jadi ini juga untuk bekal calon pengantin biar bisa menjadi keluarga sejahtera, lahir batin, sakinah, mawadah, warahman," ungkapnya.

Ia menjelaskan, bimbingan perkawinan berisi sejumlah materi seperti persiapan mental, psikologi, ataupun kesehatan reproduksi dalam berkeluarga. Program untuk mempersiapkan calon pengantin saat pranikah ini diselenggarakan di setiap KUA di kecamatan.

”Ini sangat penting dilakukan, selain bimbingan formal melalui pertemuan beberapa pasang pengantin, bimbingan nonformal juga kami lakukan saat pencocokan berkas pernikahan di setiap KUA," ujarnya.Baca: DPRD Grobogan Soroti Tingginya Kasus Pernikahan DiniSenada Kepala KUA Gebog Kudus, Isfa' Arifin menyebit, bimbingan yang dilakukan memang upaya untuk mencegah perceraian hingga menekan angka stunting. Terlebih, materi yang disampaikan dalam bimbingan perkawinan ini cukup kompleks.Di antaranya mempersiapkan keluarga sakinah, menjaga kesehatan reproduksi, mengelola psikologi dan dinamika dalam berkeluarga, hingga memenuhi kebutuhan dan pengelolaan keuangan keluarga.”Jadi seperti menekan angka stunting itu kan nanti akan disampaikan di bimbingan kesehatan reproduksinya," ucapnya. Reporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler