Diperkirakan, jumlah uang yang dimakan rayap itu sebanyak Rp 40 juta, yang merupakan tabungan Masriah dan anaknya selama setahun terakhir.
Masriah mengetahui jika uangnya itu dimakan rayap adalah pada Jumat (24/2/2023) lalu. Awalnya keluarga Masriah curiga melihat ada rayap putih disekitar celengan yang disimpan di bawah almari.
Setelah dicek, ternyata ada rayap yang masuk di celengan tersebut yang diduga melalui lubang kecil di bawah celengan. Tak menunggu lama, Masriah pun bergegas membuka celengan plastik yang berisi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp100 ribu itu.
Baca:
Uang Rp 35 Juta Disimpan di Kantong Plastik Malah Hancur Dimakan Rayap”Jadi saat dibuka
full rayap putih. Waktu itu langsung di beri solar,” kata Sobirin, saudara Masriah yang diminta untuk menjelaskan kepada wartawan dengan menunjukkan sisa potongan uang yang dimakan rayap, Rabu (1/3/2023).
Namun sayang, uang puluhan juta milik Masriah tak terselamatkan. Sebagian besar uang justru telah menjadi gundukan tanah.
”Posisi waktu dibuka sudah tidak berupa uang, tapi gundukan tanah. Nominalnya itu Rp 35-40 juta. Itu tabungan yang dikumpulkan mereka selama setahun terakhir. Rencananya uang itu awalnya ditabung untuk gelar hajat nikahan,” ungkapnya.Selanjutnya, keluarga berupaya ke berbagai tempat untuk menanyakan atau menawarkan uang sisa - sisa yang sudah tak berbentuk dimakan rayap untuk ditukarkan kembali seadanya. Namun karena kondisi uang sudah tidak memungkinkan lagi, akhirnya usahanya tersebut tak menuai hasil.
Baca:
Pilu! Uang Puluhan Juta Celengan Penjaga SD di Solo untuk Berhaji Dimakan Rayap”Upayanya tadi barang kali ada yang mau nukar, biasanya di pasar loak kan ada yang mau. Tapi dengan kondisi itu tidak memungkinkan, karena sudah terlalu parah. Saya sudah coba ke bank juga tanya satpam dan ternyata itu sudah tidak bisa ditukarkan, karena tidak ada nomor seri,” jelasnya.https://youtu.be/y1rBSUPWjmIReporter: Yuda Auliya RahmanEditor: Cholis Anwar
Murianews, Kudus – Uang tabungan puluhan juta milik Masriah, warga Desa Karangbener, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, raib dimakan rayap. Saat dikeluarkan dari celengan plastik, uang tersebut sudah berbentuk serpihan.
Diperkirakan, jumlah uang yang dimakan rayap itu sebanyak Rp 40 juta, yang merupakan tabungan Masriah dan anaknya selama setahun terakhir.
Masriah mengetahui jika uangnya itu dimakan rayap adalah pada Jumat (24/2/2023) lalu. Awalnya keluarga Masriah curiga melihat ada rayap putih disekitar celengan yang disimpan di bawah almari.
Setelah dicek, ternyata ada rayap yang masuk di celengan tersebut yang diduga melalui lubang kecil di bawah celengan. Tak menunggu lama, Masriah pun bergegas membuka celengan plastik yang berisi uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp100 ribu itu.
Baca:
Uang Rp 35 Juta Disimpan di Kantong Plastik Malah Hancur Dimakan Rayap
”Jadi saat dibuka
full rayap putih. Waktu itu langsung di beri solar,” kata Sobirin, saudara Masriah yang diminta untuk menjelaskan kepada wartawan dengan menunjukkan sisa potongan uang yang dimakan rayap, Rabu (1/3/2023).
Namun sayang, uang puluhan juta milik Masriah tak terselamatkan. Sebagian besar uang justru telah menjadi gundukan tanah.
”Posisi waktu dibuka sudah tidak berupa uang, tapi gundukan tanah. Nominalnya itu Rp 35-40 juta. Itu tabungan yang dikumpulkan mereka selama setahun terakhir. Rencananya uang itu awalnya ditabung untuk gelar hajat nikahan,” ungkapnya.
Selanjutnya, keluarga berupaya ke berbagai tempat untuk menanyakan atau menawarkan uang sisa - sisa yang sudah tak berbentuk dimakan rayap untuk ditukarkan kembali seadanya. Namun karena kondisi uang sudah tidak memungkinkan lagi, akhirnya usahanya tersebut tak menuai hasil.
Baca:
Pilu! Uang Puluhan Juta Celengan Penjaga SD di Solo untuk Berhaji Dimakan Rayap
”Upayanya tadi barang kali ada yang mau nukar, biasanya di pasar loak kan ada yang mau. Tapi dengan kondisi itu tidak memungkinkan, karena sudah terlalu parah. Saya sudah coba ke bank juga tanya satpam dan ternyata itu sudah tidak bisa ditukarkan, karena tidak ada nomor seri,” jelasnya.
https://youtu.be/y1rBSUPWjmI
Reporter: Yuda Auliya Rahman
Editor: Cholis Anwar