Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyesuaian waktu belajar di sekolah ini sudah disampaikan ke sekolah-sekolah melalui surat edaran Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus Nomor 420/727/09.02/2023).

Di mana salah satu poinnya, yakni pemberitahuan tentang waktu pembelajaran efektif setiap jam pelajaran tatap muka selama Ramadan.

Pada jenjang SD proses belajar mengajar dilakukan dengan durasi 35 menit setiap jam pelajaran. Kemudian, jenjang SMP proses belajar mengajar dilakukan dengan durasi 40 menit setiap jam pelajaran.

Baca: Wow! Omzet Pedagang Dandangan Kudus Capai Puluhan Juta Rupiah

Kabid Pendidikan Dasar Disdikpora Kudus, Anggun Nugroho menbenarkan adanya penyesuaian waktu jam pelajaran selama Ramadan. Penyesuaian waktu yang dilakukan ini memiliki selisih 10 menit lebih cepat dari jam pelajaran normal.

”Selisihnya setiap jam pelajaran sekitar 10 menit dari waktu normal. Seperti SD itu normalnya 35 menit setiap jam pelajaran," katanya, Kamis (23/3/2023).

Penyesuaian jam belajar ini, sambung Anggun,  efektif berlaku mulai Jumat (24/3/2023) besok. Selain itu, selama Ramadan ini, satuan pendidikan diperbolehkan untuk membuat jadwal pelajaran khusus.
”Mulai kemarin dan hari ini libur, besok sudah mulai masuk. Jadwal belajar khusus itu seperti pesantren Ramadan, tadarus, salat duha, salat zuhur berjemaah, kegiatan zakat fitrah, dan kegiatan sosial lain," ungkapnya.Baca: Masjid Sunan Muria, Masjid dengan Lokasi Paling Tinggi di KudusPihaknya juga meminta agar siswa ataupun guru tetap bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan maksimal meski dalam kondisi puasa.Ramadan ini, juga diharapkan bisa menjadi momen untuk memadupadankan kecerdasan intelektual (IQ) dan kecerdasan spiritual (SQ) para siswa.”Ini momen untuk bisa membentuk siswa yang cerdas, berakhlak mulia, taat ibadah, hingga mampu menunjukkan karakter profil pelajar pancasila," jelasnya. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler